Ini adalah copy-paste tulisan 'teh Neni Andriani di blog alumni SMA NeCis ditulis pada 19 Nopember 2008
Suatu hari, seorang bapa menelepon, mengaku bernama pa Madha. Rasanya kok kenal ya ? siapa sih bapa ini tiba-tiba menelepon dengan riang gembira ? Rasanya kenal, tapi dimana ? ternyata oh ternyata, beliau salah seoarang guru SMA Necis ! hah ? Subhanallah…20 tahun ! pantes asa kenal, da emang kenal banget. Pa Madha itu guru olah raga waktu saya kelas 1 SMA…hapunten pa…akhirnya setelah bernostalgia dikit bapa kita ini bercerita, bahwa sekolah kita tercinta sedang giat-giatnya membangun, sayangnya dana yang terbatas sedikit menjadi kendala, jadi pihak sekolah berinisiatif menghubungi para alumni untuk meminta bantuan dalam bentuk apapun demi untuk membantu pembangunan. Waktu itu dalam benak saya terpikir, kasian sekali kalo guru-guru nganjang ke rumah alumni satu persatu untuk minta bantuan. Mending kalo orang ybs ada, udah gitu rumahnya juga jauh-jauh meskipun masih sa kota Bandung. Akhirnya saya punya gagasan, usul ke beliau gimana kalo saya hubungi teman-teman alumni yang di Bdg, kita kumpul di satu tempat aja biar bapa-bapa guru kita ga kesusahan cari-cari anak nya. Pa Madha sih setuju banget waktu itu. Setelah kasak-kusuk sana-sini, seorang sahabat berkenan mensponsori acara ini, dicari lah waktu dan tempat yang pas wat temu kangen antara alumni dan guru-guru sekolah.
Alhamdullilah, pada suatu pagi yang cerah, dengan rahmat Allah swt, kita bertemu dalam suasana yang penuh kangen dan mengharukan. Betapa tidak, waktu itu hadir Pa Ajat Sudrajat kepala sekolah (dulu th 88 mah guru bhs Indonesia), pa Santoip yang masih ngajar PMP, Pa Madha guru olah raga, beberapa orang guru baru dan surprise….! seorang teman sekelas waktu kelas 1, yang terkenal baong dan berandal (maklum anak terminal cilimus) sekarang udah jadi guru matematika skaligus seksi rohani di SMA Necis ! perilakunya berubah 360 derajat ! Subhanallah…mantan preman dah jadi ustadz. Namanya Pa Ahmad, tapi saya lebih seneng memanggilnya Minung, seperti waktu dia masih jadi preman terminal….hehehe
Setelah kangen-kangenan dengan guru-guru dan alumni (yang datang dari berbagai angkatan lho, dari mulai angkatan ‘79 sampe 2004 ada )..duh senengnya..sampe ke acara pokok yaitu mengumpulkan sumbangan secara spontan. Alhamdullilah, terkumpul dana sekitar 16 juta an lebih…waktu itu pa Ajat sampe dareuda karena terharu n bahagia…matanya berkaca-kaca…hatur nuhun ke semua alumni yang menyempatkan diri hadir, terutama sahabat-sahabat angkatan ‘88 yang secara tak langsung dinobatkan sebagai panitia pelaksana dan “pelopor” acara temu kangen ini…
Setelah acara ini usai, komunikasi saya dengan SMA Necis semakin intens. Hampir seminggu sekali pasti kita telpon-telponan, ato sms an. Kalo ada kegiatan di sekolah suka diundang, tapi sayangnya karena jauh jadi cukup pidu’ana ajah…tapi dalam hati sih bertekad, satu hari pasti akan datang ke sekolah. Maklum, meski sering mudik ka lembur di Linggajati tapi ga pernah mampir ka sakola…padahal banyak kenangan lho di situ teh, bukan somse, isin aja rasanya teh…joledar pisan ka almamater teh nya…?
Satu hari di bulan Juli, saya akhirnya mampir ka sakola. Subhanallah….alangkah indahnya sakola urang ayeuna ! bedaaa pisan dengan 20 tahun lampau…lebih hijau, bersih, lengkap fasilitasnya. Duh sampe terkagum-kagum. Takjub. Guru-guru seneng banget kita bisa datang ke sekolah, menyaksikan langsung keadaan sekolah sekarang. Beliau2 ngasih tau kemajuan dan prestasi yang diperoleh SMA Necis setelah 20 tahun saya tinggalkan. Saya juga jadi tau pasti sumbangan uang yang diberikan teman-teman di acara temu kangen dulu. Ada yang udah jadi WC putri sepuluh unit berwarna pink yang girly, ada juga sumbangan langsung teman-teman kelas A1 th ‘88 yang memperindah beberapa ruangan kelas dengan memasang lantai keramik, tempat nyantai adik-adik kelas kita di pinggir lapangan basket di bawah rimbunnya pohon-pohon merambat…guci-guci untuk berwudhu di depan kelas masing-masing, bunga-bunga mekar dengan cantik, tanaman sayuran n apotek hidup di proyek green house yang udah sering panen…matak pikabetaheun pokona mah….Pantes aja kalo SMA Necis beberapa kali jadi juara “Sekolah berwawasan lingkungan” sampe tingkat nasional lho…Bravo, we proud of you !
Dari obrolan dengan guru-guru kita, saya juga jadi tau bahwa Bapak Kepala Sekolah kita, Bapak Ajat itu punya semangat membangun yang amat tinggi. Selama kepemimpinan beliau di SMA Necis banyak prestasi yang berhasil diraih. Tapi sekali lagi, ada kendala dalam pendanaan. Kalo hanya menunggu dan berharap bantuan dari pemerintah rasanya kok cape yaa ? sekolah kan banyak pisan di Indonesia Raya ini, ga mungkin banget kalo ngarep-ngarep terus dari pemerintah. Meski memang banyak juga bantuan tapi lebih banyak untuk hal-hal yang pokok. Sementara untuk fasilitas yang ingin lebih dilengkapi sekolah memerlukan bantuan dari kita sebagai alumni. Beberpa kegiatan eskul kan tidak dibantu pemerintah, mau ga mau sekolah harus nyari biaya ekstra untuk membiayainya. Beberapa kegiatan eskul ini mendatangkan pelatih dari luar sekolah, misalnya futsal. Untuk lingkup kabupaten, lumayan terpandang tim futsal kita ini, yang repot kalo harus bertanding ke luar kota Kuningan, biaya terbatas banget. Nah, “tugas” kita alumni untuk nyari jalan keluarnya, nyari cara untuk bantuin pembiayaan eskul…ayo…ayo…para dermawan alumni SMA necis diantos dan diharapkan partisipasi aktifnya dalam rangka pembangunan almamater tercinta….
Baca Selengkapnya...
Rabu, Januari 21, 2009
Jumat, Desember 19, 2008
Kemoterapi Kelima dan Keenam (5 s.d. 11 Oktober dan 28-10 s.d. 02-11 2008)
Bulan-bulan Oktober dan Nopember ini, kesibukan di kantor sangat membutuhkan efektivitas pemanfaatan waktu, meskipun selama ini pun kita setiap hari kerja selalu menggunakan waktu istirahat untuk menyelesaikan pekerjaan. Aku terbiasa menggunakan waktu istirahat hanya untuk sholat dzuhur dan makan siang. Kesibukan ini juga berakibat pada tidak terurusnya blog ini. Beberapa bulan lalu, aku memanfaatkan sela-sela jeda waktu kerja di kantor untuk menulis blog, kadang-kadang juga memanfaatkan waktu tengah malam di rumah untuk menulis blog setelah sholat malam dengan isteriku.
Kemoterapi kelima dan keenam dijalani seperti kemoterapi sebelumnya. Yang agak berbeda dari kemoterapi kelima dan keenam ini adalah efek samping paska kemo.
Dua hari setelah kemoterapi kelima, Ike masih merasakan kesemutan pada telapak kaki dan telapak tangan. Nafsu makan masih belum ada karena rasa hambar di lidah. Rasa ngilu di persendian, dan rasa sakit di sekujur badan juga masih dirasakan setelah kemoterapi kelima. Biasanya semua itu dirasakan sampai hari kelima setelah kemo.
dr Endah, Sp.P melakukan punksi pleura karena dari hasil foto rontgen masih terlihat adanya cairan di paru-paru sebelah kiri. Punksi yang ke-10 ini dilakukan sebelum menjalani kemo. Dalam punksi kali ini, selain 500cc cairan pleura yang dikeluarkan, juga dilakukan tindakan manual pengeluaran gelembung udara dari paru-paru. Ternyata setelah beberapa kali menjalani punksi pleura, terdapat kemungkinan masuknya udara dari luar melalui lubang injeksi. Alhasil, tindakan punksi kali ini memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Berbeda dengan cairan pleura sebelumnya, cairan kali ini berwarna jauh lebih bening jika dibandingkan dengan cairan pleura sebelumnya. Kami berdo’a mudah-mudahan ini pertanda baik bagi kesehatan Ike.
Pada kemo kelima dan keenam ini, obat yang digunakan masih tetap 9 botol anzatax dan 2 botol carboplatin yang dicampur dengan cairan NaCl.
Satu hari setelah kemoterapi keenam, kami dizinkan pulang. Hari kedua setelah kemo keenam ini, ada rasa sakit yang teramat sangat di sekujur badan Ike. Aku masih ingat ketika Ike menelponku sambil menangis menahan rasa sakit itu. Tak ada yang bisa dilakukan ketika itu selain meminta pertolongan Allah SWT. MP3 ruqyah yang kudownload dari internet dan audio alma’tsurat dari ustadz Slamet hampir tiap saat diperdengarkan menggunakan earphone. Ike berupaya tidak tergantung pada obat pereda nyeri yang dalam racikannya mengandung codein. Selain itu, aku pun berupaya memberikan semangat dalam perjuangan isteriku melawan kanker ini. Aku menangis di tahajjud-ku memohon pertolongan Allah untuk kesembuhan isteriku. Aku menangis membayangkan rasa sakit itu…
Sampai hari kelima paska kemo keenam, rasa sakit dan berbagai perasaan tak menentu menemani Ike. Meskipun demikian, do’a-do’a kami memohon kesembuhan kepada Allah tak henti-hentinya kami ucapkan selain upaya menjalani pengobatan dengan metode kedokteran dan terus mengkonsumsi Tahitian noni juice. Allahumma robbannaas, adzhibil ba’tsa wasyfi, Anta Syaafiy, Laa Syifaa’a illa syifaa uka, syifaa’an laa yughodiru saqoma.
Baca Selengkapnya...
Kemoterapi kelima dan keenam dijalani seperti kemoterapi sebelumnya. Yang agak berbeda dari kemoterapi kelima dan keenam ini adalah efek samping paska kemo.
Dua hari setelah kemoterapi kelima, Ike masih merasakan kesemutan pada telapak kaki dan telapak tangan. Nafsu makan masih belum ada karena rasa hambar di lidah. Rasa ngilu di persendian, dan rasa sakit di sekujur badan juga masih dirasakan setelah kemoterapi kelima. Biasanya semua itu dirasakan sampai hari kelima setelah kemo.
dr Endah, Sp.P melakukan punksi pleura karena dari hasil foto rontgen masih terlihat adanya cairan di paru-paru sebelah kiri. Punksi yang ke-10 ini dilakukan sebelum menjalani kemo. Dalam punksi kali ini, selain 500cc cairan pleura yang dikeluarkan, juga dilakukan tindakan manual pengeluaran gelembung udara dari paru-paru. Ternyata setelah beberapa kali menjalani punksi pleura, terdapat kemungkinan masuknya udara dari luar melalui lubang injeksi. Alhasil, tindakan punksi kali ini memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Berbeda dengan cairan pleura sebelumnya, cairan kali ini berwarna jauh lebih bening jika dibandingkan dengan cairan pleura sebelumnya. Kami berdo’a mudah-mudahan ini pertanda baik bagi kesehatan Ike.
Pada kemo kelima dan keenam ini, obat yang digunakan masih tetap 9 botol anzatax dan 2 botol carboplatin yang dicampur dengan cairan NaCl.
Satu hari setelah kemoterapi keenam, kami dizinkan pulang. Hari kedua setelah kemo keenam ini, ada rasa sakit yang teramat sangat di sekujur badan Ike. Aku masih ingat ketika Ike menelponku sambil menangis menahan rasa sakit itu. Tak ada yang bisa dilakukan ketika itu selain meminta pertolongan Allah SWT. MP3 ruqyah yang kudownload dari internet dan audio alma’tsurat dari ustadz Slamet hampir tiap saat diperdengarkan menggunakan earphone. Ike berupaya tidak tergantung pada obat pereda nyeri yang dalam racikannya mengandung codein. Selain itu, aku pun berupaya memberikan semangat dalam perjuangan isteriku melawan kanker ini. Aku menangis di tahajjud-ku memohon pertolongan Allah untuk kesembuhan isteriku. Aku menangis membayangkan rasa sakit itu…
Sampai hari kelima paska kemo keenam, rasa sakit dan berbagai perasaan tak menentu menemani Ike. Meskipun demikian, do’a-do’a kami memohon kesembuhan kepada Allah tak henti-hentinya kami ucapkan selain upaya menjalani pengobatan dengan metode kedokteran dan terus mengkonsumsi Tahitian noni juice. Allahumma robbannaas, adzhibil ba’tsa wasyfi, Anta Syaafiy, Laa Syifaa’a illa syifaa uka, syifaa’an laa yughodiru saqoma.
Baca Selengkapnya...
Selasa, Oktober 14, 2008
KEMOTERAPI KEEMPAT
10 s.d. 13 September 2008
CT-scan thorax menjadi salah satu prosedur sebelum menjalani kemoterapi keempat. Dari hasil CT-scan ini, pengobatan kanker paru dengan kemoterapi dievaluasi, terutama evaluasi terhdapa tingkat keberhasilan kemoterapi. Prosedur lainnya – seperti pemeriksaan urine dan darah-tetap dijalani. Mulai saat ini, Dokter yang menangani isteriku adalah dr. Endah, Sp.P
Dari hasil CT-scan ini, dokter radiologi di RS Persahabatan menyatakan bahwa ada pengecilan ukuran lesi (tumor) di paru kiri. Pengecilan diperkirakan mencapai 50%. Ada rasa syukur kehadirat Allah SWT atas kenyataan ini. Aku berfikir bahwa ini adalah buah dari do’a-do’a yang dimohonkan, dari TNJ dan spirulina yang terus dikonsumsi, dari ketabahan dan ketawakallan, dan dari dukungan keluarga, kerabat, dan kawan-kawan.
Paska kemoterapi ketiga, efek kemoterapi tidak terlalu dirasakan. Tidak seperti kondisi paska kemo sebelumnya. Diare dan mual serta hilangnya selera makan memang ada selama 3 hari paska kemo ketiga.
Prosedur untuk rawat inap dan kemoterapi keempat di RS Persahabatan masih seperti prosedur sebelumnya. Obat-obatan untuk kemoterapi juga masih terdiri dari 8 botol anzatax dan 2 botol carboplatin. Tetapi, aku harus mendapatkan satu kantong darah B dari PMI karena ketika pemeriksaan darah, hemoglobin isteriku dibawah ambang batas toleransi kemo. Untuk prosedur permintaan darah ini, aku mendapatkan pengantar dari Ruang Soka Bawah tempat isteriku dirawat. Surat Pengantar ini dibawa ke PMI yang letaknya didalam areal laboratorium 24 jam RSP. Beruntung karena persediaan darah B di laboratorium ini mencukupi.
Darah ini dimasukkan ke tubuh isteriku melalui selang infus selama 4 jam.
Kemo mulai dilaksanakan pada Kamis malam tanggal 15 September pkl.00.00 WIB dan berakhir pada Jum’at malam. Hari Jum’at sore aku menyelesaikan semua pembiayaan perawatan. Satu hari paska pelaksanaan kemo, dilakukan punksi pleura karena berdasarkan hasil rontgen paru kiri ternyata masih terdapat banyak cairan. Dari punksi kali ini, cairan yang berhasil dikeluarkan mencapai + 750cc.
Sore hari-nya kami diizinkan pulang.
Baca Selengkapnya...
CT-scan thorax menjadi salah satu prosedur sebelum menjalani kemoterapi keempat. Dari hasil CT-scan ini, pengobatan kanker paru dengan kemoterapi dievaluasi, terutama evaluasi terhdapa tingkat keberhasilan kemoterapi. Prosedur lainnya – seperti pemeriksaan urine dan darah-tetap dijalani. Mulai saat ini, Dokter yang menangani isteriku adalah dr. Endah, Sp.P
Dari hasil CT-scan ini, dokter radiologi di RS Persahabatan menyatakan bahwa ada pengecilan ukuran lesi (tumor) di paru kiri. Pengecilan diperkirakan mencapai 50%. Ada rasa syukur kehadirat Allah SWT atas kenyataan ini. Aku berfikir bahwa ini adalah buah dari do’a-do’a yang dimohonkan, dari TNJ dan spirulina yang terus dikonsumsi, dari ketabahan dan ketawakallan, dan dari dukungan keluarga, kerabat, dan kawan-kawan.
Paska kemoterapi ketiga, efek kemoterapi tidak terlalu dirasakan. Tidak seperti kondisi paska kemo sebelumnya. Diare dan mual serta hilangnya selera makan memang ada selama 3 hari paska kemo ketiga.
Prosedur untuk rawat inap dan kemoterapi keempat di RS Persahabatan masih seperti prosedur sebelumnya. Obat-obatan untuk kemoterapi juga masih terdiri dari 8 botol anzatax dan 2 botol carboplatin. Tetapi, aku harus mendapatkan satu kantong darah B dari PMI karena ketika pemeriksaan darah, hemoglobin isteriku dibawah ambang batas toleransi kemo. Untuk prosedur permintaan darah ini, aku mendapatkan pengantar dari Ruang Soka Bawah tempat isteriku dirawat. Surat Pengantar ini dibawa ke PMI yang letaknya didalam areal laboratorium 24 jam RSP. Beruntung karena persediaan darah B di laboratorium ini mencukupi.
Darah ini dimasukkan ke tubuh isteriku melalui selang infus selama 4 jam.
Kemo mulai dilaksanakan pada Kamis malam tanggal 15 September pkl.00.00 WIB dan berakhir pada Jum’at malam. Hari Jum’at sore aku menyelesaikan semua pembiayaan perawatan. Satu hari paska pelaksanaan kemo, dilakukan punksi pleura karena berdasarkan hasil rontgen paru kiri ternyata masih terdapat banyak cairan. Dari punksi kali ini, cairan yang berhasil dikeluarkan mencapai + 750cc.
Sore hari-nya kami diizinkan pulang.
Baca Selengkapnya...
Hadiah Buku dan Terapi Bekam
Beberapa hari lalu paska kemoterapi ketiga, Amrullah-temen kuliah dulu yang sama-sama di Kantor pusat memberikan sebuah buku bagus. Buku itu berjudul “Zikir Menyembuhkan Kankerku” karangan Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, MA. Buku yang mengisahkan pengalaman seorang penderita Kanker Ganas yang telah divonis hanya bertahan hidup selama 3 bulan dan maksimal 1 tahun.
Banyak pelajaran yang bisa diambil setelah membaca buku itu. Untuk melawan kanker, memang diperlukan perjuangan yang gigih dalam menjalani terapi-nya. Selain itu, kekuatan do’a juga mengambil peran penting. Mungkin inilah yang sering dikatakan faktor medis dan non medis. Alhasil, sang penulis bisa bertahan hidup sampai sekarang, padahal pada tahun 1997 dia sudah divonis hanya bertahan hidup paling lama 1 tahun.
Buku itu menjadi salah satu motivasi diri untuk tetap berusaha berjuang melawan penyakit. Seberat apapun penyakit itu,. karena menurut Islam semua penyakit ada obatnya.
Terapi Bekam
Hari Selasa (9/9) sore kami meninggalkan Bogor menuju Jakarta. Kami singgah di Klinik Herba Thibbun Nabawi milik ustadz Slamet di Jl. Kayu Manis II, Jakarta Timur di belakang Masjid Attaqwa. Kami sudah bikin janji untuk dilakukan terapi bekam (hijamah), salah satu terapi cara Rasulullah yang kami yakini bisa mengobati berbagai macam penyakit.
Aku sendiri sudah merasakan keberhasilan terapi bekam untuk mengobati sakit maag. Sekitar tahun 2005, ketika masih di Kota Tanjungbalai, aku mengidap penyakit maag. Terapi medis dengan cara pemberian antasida ternyata hanya sebatas meredakan nyeri lambung beberapa saat. Sebenarnya sudah lama aku ingin mencoba terapi Rasulullah ini, tapi di Tanjungbalai ketika itu aku tidak menemukan ahli bekam. Ketika tahu bahwa di Kota Kisaran (+ 23 km dari Tanjungbalai arah ke Medan) telah berdiri klinik bekam (Fatahillah Ruqyah Center), aku mendatanginya. Aku pun diterapi. Alhamdulillah, sejak saat itu penyakit maag-ku sembuh. Sampai sekarang, aku tidak lagi merasakan nyeri lambung akibat maag. Bahkan makanan pantangan untuk orang berpenyakit maag sudah bisa kunikmati.
Hari ini, di Klinik ini, Ike diterapi bekam. Kami hanya punya keyakinan bahwa pengobatan hijamah (bekam) ini adalah pengobatan yang diajarkan Nabi. Pasti ada rahasia positif yang terkandung didalamnya. Kelak, kami juga akan melakukan terapi ruqyah. Waktu yang dibutuhkan sekitar satu jam untuk terapi ini. Pasien wanita ditangani oleh terapis perempuan, sedangkan terapis pria menangani pasien pria.
Usai diterapi bekam, kami berbincang dengan beberapa orang terapis, termasuk ustadz Slamet, Pengelola klinik thibbun nabawiy.
Kami menginap di klinik ini. Letaknya sekitar 3 km dari RS Persahabatan, sehingga kami bisa lebih pagi tiba RSP keesokan harinya yang memang dijadwalkan untuk CT-scan Thorax dengan kontras.
Baca Selengkapnya...
Banyak pelajaran yang bisa diambil setelah membaca buku itu. Untuk melawan kanker, memang diperlukan perjuangan yang gigih dalam menjalani terapi-nya. Selain itu, kekuatan do’a juga mengambil peran penting. Mungkin inilah yang sering dikatakan faktor medis dan non medis. Alhasil, sang penulis bisa bertahan hidup sampai sekarang, padahal pada tahun 1997 dia sudah divonis hanya bertahan hidup paling lama 1 tahun.
Buku itu menjadi salah satu motivasi diri untuk tetap berusaha berjuang melawan penyakit. Seberat apapun penyakit itu,. karena menurut Islam semua penyakit ada obatnya.
Terapi Bekam
Hari Selasa (9/9) sore kami meninggalkan Bogor menuju Jakarta. Kami singgah di Klinik Herba Thibbun Nabawi milik ustadz Slamet di Jl. Kayu Manis II, Jakarta Timur di belakang Masjid Attaqwa. Kami sudah bikin janji untuk dilakukan terapi bekam (hijamah), salah satu terapi cara Rasulullah yang kami yakini bisa mengobati berbagai macam penyakit.
Aku sendiri sudah merasakan keberhasilan terapi bekam untuk mengobati sakit maag. Sekitar tahun 2005, ketika masih di Kota Tanjungbalai, aku mengidap penyakit maag. Terapi medis dengan cara pemberian antasida ternyata hanya sebatas meredakan nyeri lambung beberapa saat. Sebenarnya sudah lama aku ingin mencoba terapi Rasulullah ini, tapi di Tanjungbalai ketika itu aku tidak menemukan ahli bekam. Ketika tahu bahwa di Kota Kisaran (+ 23 km dari Tanjungbalai arah ke Medan) telah berdiri klinik bekam (Fatahillah Ruqyah Center), aku mendatanginya. Aku pun diterapi. Alhamdulillah, sejak saat itu penyakit maag-ku sembuh. Sampai sekarang, aku tidak lagi merasakan nyeri lambung akibat maag. Bahkan makanan pantangan untuk orang berpenyakit maag sudah bisa kunikmati.
Hari ini, di Klinik ini, Ike diterapi bekam. Kami hanya punya keyakinan bahwa pengobatan hijamah (bekam) ini adalah pengobatan yang diajarkan Nabi. Pasti ada rahasia positif yang terkandung didalamnya. Kelak, kami juga akan melakukan terapi ruqyah. Waktu yang dibutuhkan sekitar satu jam untuk terapi ini. Pasien wanita ditangani oleh terapis perempuan, sedangkan terapis pria menangani pasien pria.
Usai diterapi bekam, kami berbincang dengan beberapa orang terapis, termasuk ustadz Slamet, Pengelola klinik thibbun nabawiy.
Kami menginap di klinik ini. Letaknya sekitar 3 km dari RS Persahabatan, sehingga kami bisa lebih pagi tiba RSP keesokan harinya yang memang dijadwalkan untuk CT-scan Thorax dengan kontras.
Baca Selengkapnya...
Kamis, September 25, 2008
TAHITIAN NONI JUICE (2)
Manfaat Proxeronine pada Tahitian Noni Juice
sumber : www.noniorigin.com
Tahitian NONI Juice mengandung zat yang disebut PROXERONINE yang merupakan bahan baku dari alkaloid XERONINE. PROXERONINE dalam Tahitian NONI Juice diserap oleh tubuh dan diolah menjadi XERONINE dengan menggunakan enzim PROXERONINASE dan SEROTONIN (Hormon) yang ada di dalam tubuh.
XERONINE merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. XERONINE mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan kembali. Tahitian NONI Juice akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.
Menurut hasil penelitian Dr. Heinicke, ahli biokimia yang dimuat dalam Bulletin of the National Botanical Garden (1985), Noni ternyata banyak mengandung Proxeronine yang merupakan bahan pembentuk Xeronine, sejenis alkaloid yang sangat penting untuk menggerakkan enzim-enzim dalam tubuh agar berfungsi secara sempurna. Kekurangan Xeronine dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, seperti radang sendi, tekanan darah tinggi, gangguan akibat proses penuaan, bahkan kanker.
Untuk menanggulangi gangguan kesehatan yang disebabkan kurangnya produksi Xeronine oleh tubuh, mengkonsumsi Proxeronine tambahan dari luar akan sangat membantu untuk memulihkan berbagai gangguan kesehatan tersebut. Uniknya, jika dikonsumsi pada saat perut penuh, keampuhannya justru menurun. Ini karena pepsin dan asam lambung akan merusak enzim yang berfungsi memecah xeronine. Oleh karena itu, untuk keperluan pengobatan, ekstrak buah Noni sebaiknya dikonsumsi saat PERUT KOSONG.
Sejalan dengan penelitian Dr. Heinicke, seorang dokter asal Amerika Serikat, Neil Solomon MD PhD , juga menyatakan bahwa Tahitian Noni Juice memang bermanfaat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Antara lain, kanker, sakit jantung, stroke, diabetes dan sebagainya. Dalam Nature’s Amazing Healer, Noni Solomon menyatakan Tahitian Noni Juice ternyata mengandung berbagai zat yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, dalam kadar yang sangat tinggi. Seperti xeronine, proxeronine, serotonin, yang memiliki kegunaan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Manfaat Noni juga diakui oleh peneliti Jepang T. Hiramatsu. Dalam penelitiannya, Hiramatsu dan koleganya telah mengamati efek lebih dari 500 ekstrak tanaman tropis yang berkhasiat penangkal terhadap pertumbuhan bibit sel kanker. Ternyata ekstrak buah Noni terbukti paling efektif menumpas pertumbuhan sel kanker. Hasil penelitian yang dimuat dalam Cancer Letters 73 (1993) itu juga menyatakan bahwa senyawa obat yang ampuh untuk menumpas pertumbuhan sel kanker adalah damnacanthal.
Baca Selengkapnya...
sumber : www.noniorigin.com
Tahitian NONI Juice mengandung zat yang disebut PROXERONINE yang merupakan bahan baku dari alkaloid XERONINE. PROXERONINE dalam Tahitian NONI Juice diserap oleh tubuh dan diolah menjadi XERONINE dengan menggunakan enzim PROXERONINASE dan SEROTONIN (Hormon) yang ada di dalam tubuh.
XERONINE merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. XERONINE mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan kembali. Tahitian NONI Juice akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.
Menurut hasil penelitian Dr. Heinicke, ahli biokimia yang dimuat dalam Bulletin of the National Botanical Garden (1985), Noni ternyata banyak mengandung Proxeronine yang merupakan bahan pembentuk Xeronine, sejenis alkaloid yang sangat penting untuk menggerakkan enzim-enzim dalam tubuh agar berfungsi secara sempurna. Kekurangan Xeronine dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, seperti radang sendi, tekanan darah tinggi, gangguan akibat proses penuaan, bahkan kanker.
Untuk menanggulangi gangguan kesehatan yang disebabkan kurangnya produksi Xeronine oleh tubuh, mengkonsumsi Proxeronine tambahan dari luar akan sangat membantu untuk memulihkan berbagai gangguan kesehatan tersebut. Uniknya, jika dikonsumsi pada saat perut penuh, keampuhannya justru menurun. Ini karena pepsin dan asam lambung akan merusak enzim yang berfungsi memecah xeronine. Oleh karena itu, untuk keperluan pengobatan, ekstrak buah Noni sebaiknya dikonsumsi saat PERUT KOSONG.
Sejalan dengan penelitian Dr. Heinicke, seorang dokter asal Amerika Serikat, Neil Solomon MD PhD , juga menyatakan bahwa Tahitian Noni Juice memang bermanfaat dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Antara lain, kanker, sakit jantung, stroke, diabetes dan sebagainya. Dalam Nature’s Amazing Healer, Noni Solomon menyatakan Tahitian Noni Juice ternyata mengandung berbagai zat yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh, dalam kadar yang sangat tinggi. Seperti xeronine, proxeronine, serotonin, yang memiliki kegunaan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Manfaat Noni juga diakui oleh peneliti Jepang T. Hiramatsu. Dalam penelitiannya, Hiramatsu dan koleganya telah mengamati efek lebih dari 500 ekstrak tanaman tropis yang berkhasiat penangkal terhadap pertumbuhan bibit sel kanker. Ternyata ekstrak buah Noni terbukti paling efektif menumpas pertumbuhan sel kanker. Hasil penelitian yang dimuat dalam Cancer Letters 73 (1993) itu juga menyatakan bahwa senyawa obat yang ampuh untuk menumpas pertumbuhan sel kanker adalah damnacanthal.
Baca Selengkapnya...
Kamis, September 18, 2008
KEMOTERAPI KETIGA
(RS PERSAHABATATAN, 24 Agustus s.d. 1 September 2008)
Kondisi Ike tiga hari terakhir ini menjelang kemoterapi yang ketiga ini kulihat memang kurang fit. Namun kami tetap memenuhi ketentuan jadwal kemo. Prosedur yang dijalani untuk kemoterapi ketiga ini, sama dengan kemo yang kedua. Didahului dengan pemeriksaan terhadap urine yang ditampung selama 24 jam, dan pemeriksaan daerah. Kemo dilakukan pada hari Selasa (26/8). Obat-obatan yang diberikan juga sama (paclictaxel dan carboplatin).
Namun, effek yang dirasakan ternyata lebih berat dari kemoterapi sebelumnya. Satu hari paska kemo, Ike mual-mual, diare dan beberapa kali muntah, meskipun sebelum kemo telah di-injeksikan obat anti mual Ranitidine. Dokter Hezza memberikan resep New diatabs untuk anti diare tapi aku lupa obat anti muntahnya.
Sampai dua hari setelah kemo, kondisi Ike masih lemah. Itulah sebabnya dokter tidak mengizinkan kami pulang. Biasanya dua hari setelah kemo, kami diizinkan untuk pulang.
Tanggal 30 Agustus 2008, dokter melakukan punksi pleura (pengambilan cairan di paru-paru). Ini adalah punksi yang ketujuh sejak bulan Juni lalu. Pada pengambilan cairan ini, diperoleh 1000ml berwarna kehitaman. Kami selalu berharap, ketika diare do’a kami adalah semoga penyakit yang ada didalam tubuh Ike keluar bersama dengan diare-nya. Demikian juga ketika melihat cairan yang berwarna agak hitam itu, kami pun berdo’a semoga sel-sel kanker, sel-sel yang sudah dirusak kanker, dan penyakit-penyakit yang diakibatkan cairan itu, keluar bersama cairan pleura.
Hari ini, akhir Agustus 2008, dokter Hezza berdialog empat mata denganku. Dia memberitahukan progress kemoterapi dari yang pertama sampai yang ketiga ini. Aku tak akan menceritakan pembicaraan itu di blog ini. Aku hanya berharap, bantuan do’a dari pembaca untuk kesembuhan Ike. AKu yakin, do’a para pembaca mempunyai kekuatan yang maha dahsyat dari Sang Khalik untuk menyembuhkan kanker paru Ike, dan sekaligus bisa mematahkan teori kedokteran yang disampaikan oleh dr.Hezza.
Ramadhan di RS Persahabatan
Ahad 31/8, hari terakhir bulan Sya’ban 1429H. Kami belum juga diperbolehkan pulang. Harus kuakui, hari ini aku ingin segera keluar dari RS ini, mengawali Ramadhan besok dengan anak-anak di rumah Bogor. Tapi memang kondisi Ike belum memungkinkan karena hari-hari ini masih dalam masa pemulihan efek paska kemo. Entahlah, hari ini ada rasa sedih yang biasanya tidak kurasakan. Rasa rindu dengan anak-anak benar-benar menjadi beban yang menggelayut, apalagi besok Ramadhan. Ramadhan ini, kami ingin mengajarkan berpuasa pada si kembar. Kami juga ingin memonitor tadarusannya Ghifary, hal yang rutin dilakukan ketika Ramadhan. Ah, memang harus bersabar menghadapai ujian ini…..
Ahad malam, Masjid RS Persahabatan melaksanakan sholat tarawih 8 rokaat plus witir 3 rakaat. Full. Dinihari, tidak sulit untuk mencari tempat dan menu makan sahur. Di dalam RS ada kantin dengan berbagai menu yang buka 24 jam selama Ramadhan. Kalau mau pilihan lain, banyak warung tempat makan di luar areal RSP. Untuk kebutuhan jasmani, di RSP ini cukup memadai dan sangat membantu ketika menjalankan puasa.
Di moment Ramadhan ini, ketika do’a gampang terkabul, aku memohon pada Allah SWT agar penyakit yang diderita isteriku segera dihilangkan. AKu juga memohon semoga ketabahan, kesabaran, dan ketawakkalan selalu bersama kami dalam menjalani ujian ini.
Selasa (3/9) kami diizinkan pulang ke Bogor setelah kondisi Ike memungkinkan untuk itu. Tapi protocol RS mengharuskan kami kembali untuk CT scan Thorax pada tanggal 11 September. Baca Selengkapnya...
Kondisi Ike tiga hari terakhir ini menjelang kemoterapi yang ketiga ini kulihat memang kurang fit. Namun kami tetap memenuhi ketentuan jadwal kemo. Prosedur yang dijalani untuk kemoterapi ketiga ini, sama dengan kemo yang kedua. Didahului dengan pemeriksaan terhadap urine yang ditampung selama 24 jam, dan pemeriksaan daerah. Kemo dilakukan pada hari Selasa (26/8). Obat-obatan yang diberikan juga sama (paclictaxel dan carboplatin).
Namun, effek yang dirasakan ternyata lebih berat dari kemoterapi sebelumnya. Satu hari paska kemo, Ike mual-mual, diare dan beberapa kali muntah, meskipun sebelum kemo telah di-injeksikan obat anti mual Ranitidine. Dokter Hezza memberikan resep New diatabs untuk anti diare tapi aku lupa obat anti muntahnya.
Sampai dua hari setelah kemo, kondisi Ike masih lemah. Itulah sebabnya dokter tidak mengizinkan kami pulang. Biasanya dua hari setelah kemo, kami diizinkan untuk pulang.
Tanggal 30 Agustus 2008, dokter melakukan punksi pleura (pengambilan cairan di paru-paru). Ini adalah punksi yang ketujuh sejak bulan Juni lalu. Pada pengambilan cairan ini, diperoleh 1000ml berwarna kehitaman. Kami selalu berharap, ketika diare do’a kami adalah semoga penyakit yang ada didalam tubuh Ike keluar bersama dengan diare-nya. Demikian juga ketika melihat cairan yang berwarna agak hitam itu, kami pun berdo’a semoga sel-sel kanker, sel-sel yang sudah dirusak kanker, dan penyakit-penyakit yang diakibatkan cairan itu, keluar bersama cairan pleura.
Hari ini, akhir Agustus 2008, dokter Hezza berdialog empat mata denganku. Dia memberitahukan progress kemoterapi dari yang pertama sampai yang ketiga ini. Aku tak akan menceritakan pembicaraan itu di blog ini. Aku hanya berharap, bantuan do’a dari pembaca untuk kesembuhan Ike. AKu yakin, do’a para pembaca mempunyai kekuatan yang maha dahsyat dari Sang Khalik untuk menyembuhkan kanker paru Ike, dan sekaligus bisa mematahkan teori kedokteran yang disampaikan oleh dr.Hezza.
Ramadhan di RS Persahabatan
Ahad 31/8, hari terakhir bulan Sya’ban 1429H. Kami belum juga diperbolehkan pulang. Harus kuakui, hari ini aku ingin segera keluar dari RS ini, mengawali Ramadhan besok dengan anak-anak di rumah Bogor. Tapi memang kondisi Ike belum memungkinkan karena hari-hari ini masih dalam masa pemulihan efek paska kemo. Entahlah, hari ini ada rasa sedih yang biasanya tidak kurasakan. Rasa rindu dengan anak-anak benar-benar menjadi beban yang menggelayut, apalagi besok Ramadhan. Ramadhan ini, kami ingin mengajarkan berpuasa pada si kembar. Kami juga ingin memonitor tadarusannya Ghifary, hal yang rutin dilakukan ketika Ramadhan. Ah, memang harus bersabar menghadapai ujian ini…..
Ahad malam, Masjid RS Persahabatan melaksanakan sholat tarawih 8 rokaat plus witir 3 rakaat. Full. Dinihari, tidak sulit untuk mencari tempat dan menu makan sahur. Di dalam RS ada kantin dengan berbagai menu yang buka 24 jam selama Ramadhan. Kalau mau pilihan lain, banyak warung tempat makan di luar areal RSP. Untuk kebutuhan jasmani, di RSP ini cukup memadai dan sangat membantu ketika menjalankan puasa.
Di moment Ramadhan ini, ketika do’a gampang terkabul, aku memohon pada Allah SWT agar penyakit yang diderita isteriku segera dihilangkan. AKu juga memohon semoga ketabahan, kesabaran, dan ketawakkalan selalu bersama kami dalam menjalani ujian ini.
"Allahumma robban naas, adzhibil ba’sa wasyfi Anta syafi. Laa syifaa’a illa syifa uka.
Syifaan la yughodiru saqoma."
“Ya Allah Tuhan (Pemelihara) Manusia, Hilangkan rasa sakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Dzat yang Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari –Mu. Kesembuhan yang tidak mendatangkan penyakit.”
Syifaan la yughodiru saqoma."
“Ya Allah Tuhan (Pemelihara) Manusia, Hilangkan rasa sakit ini dan sembuhkanlah. Engkaulah Dzat yang Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari –Mu. Kesembuhan yang tidak mendatangkan penyakit.”
Selasa (3/9) kami diizinkan pulang ke Bogor setelah kondisi Ike memungkinkan untuk itu. Tapi protocol RS mengharuskan kami kembali untuk CT scan Thorax pada tanggal 11 September. Baca Selengkapnya...
Jumat, September 12, 2008
KANKER PARU (Bagian 4 dari 4)
PENGOBATAN dan PERAWATAN
Pengobatan Bedah
Hanya diindikasikan untuk KPKBSK stage I atau II atau untuk pengobatan paliatif yaitu pada kondisi mengancam nyawa misal batuk darah masif, distres pernapasan karena sindrom vena kava superior, nyeri hebat pada Pancoast tumor, nyeri hebat pada sindrom pleksus brakialis. Jika pada saat bedah didapat pembesaran KGB maka semua harus diangkat dan pada kasus pasca bedah dengan metastasis KGB mediastinal (N2) dipertimbangkan pemberian radioterapi dan/atau kemoterapi.
Bedah paliatif lain dilakukan oleh dokter bedah syaraf yaitu membuang tumor metastasis yang berupa soliter nodule di otak dan menimbulkan gangguan kualitas hidup penderita. Pilihan lain untuk tumor meta dikepala adalah menggunakan cyber knife yang sudah dapat dilakukan beberapa senter di Indonesia.
Bedah adalah terapi lokal dan dapat terjadi stage pre-bedah (cTNM) berbeda dengan diagnosis pasca-bedah. Jika terjadi perbedaan maka stage yang digunakan adalah stage pasca-bedah (pTNM) dan pilihan terapi tergantung pada hasil akhir.
Di RS Persahabatan untuk KPKBSK stage IIIA jika memungkinkan diberikan neoadjuvan therapy yaitu memberikan kemoterapi 2-3 siklus dilakukan pemeriksaan ulang untuk re-staging jika terjadi down staging atau tetap maka bedah dilakukan.
Radioterapi
Radioterapi atau iradiasi diberikan pada kasus stage III dan IV KPKBSK, dapat diberikan tunggal untuk mengatasi masalah di paru (terapi lokal) atau gabungan dengan kemoterapi. Radioterapi dapat diberikan jika sistem homeostatik (darah) baik yaitu:
• HB > 10 gr%
• Leukosit > 4.000/dl
• Trombosit > 100.000/dl
Dosis untuk kanker primer adalah 5.000 – 6.000 cGy dengan menggunakan COBALT atau LINAC dengan cara pemberian 200 cGy/x/hari, 5 hari dalam seminggu. Pemberian radiosensitiser dapat lebih meningkatkan respons irradiasi itu, misalnya dengan memberikan obat anti-kanker karboplatin, golongan taxan, gemsitabine, capecitabine dengan dosis sangat kecil sehingga tidak mempunyai efek sistemik. Radioterapi dapat diberikan sendiri (radiotherapy only) atau kombinasi dengan kemoterapi (konkuren, sekuensial atau alternating) meskipun sebagai konsekuensinya toksisiti menjadi lebih banyak dan sangat mengganggu.
Evaluasi renspons irradiasi dilakukan setiap setelah pemberian 10x (1.000 cGy) dengan foto toraks.
• Respons komplit : tumor menghilang 100%, iradiasi dapat dilanjutkan sampai selesai
• Respons sebagian/parsial : tumor mengecil <> 50%, irradiasi dapat dilanjutkan dan nilai kembali setelah 10x pemberian berikutnya.
• Tumor menetap/stabil : tumor mengecil <> 25% atau tumbuh tumor baru maka irradiasi harus dihentikan.
Pemberian irradiasi untuk KPKSK harus diberikan setelah pasien mendapat kemoterapi 6 siklus.
Kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan pada semua jenis histologis kanker paru.
• Kemoterapi untuk KPKSK
• Kemoterapi adalah terapi pilihan untuk KPKSK stage terbatas atau stage luas. Tambahan radiasi kepala dilakukan setelah kemoterapi 6 siklus.
• Kemoterapi untuk KPKBSK berdasarkan stage. Kemoterapi dapat diberikan pada semua stage tetapi pada stage I dan II pascabedah kemoterapi ditentukan berdasarkan stage pascabedah. Kemoterapi untuk KPKBS stage III dan IV merupakan terapi paliatif. Stage I dan II yang inoperable cases ( PS buruk atau tidak bersedia di operasi atau ada kontraindikasi untuk operasi) dapat dianjurkan kemoterapi dan sebaiknya dipertimbangkan pula radioterapi.
Kemoterapi dapat diberikan jika memenuhi syarat antara lain: keadaan umum baik skala karnofsky >70), fungsi hati, ginjal dan sistem homeostatik (darah) baik dan masalah finasial dapat diatasi. Syarat untuk hemostatik yang memenuhi syarat adalah ;
• HB > 10 gr%
• Leukosit > 4.000/dl
• Trombosit > 100.000/dl
Toksisiti kemoterapi
Evaluasi toksisiti non-hematologik segera setelah pemberian kemoterapi dimulai, toksisiti itu dinilai tingat keparahannya berdasarkan skala toksisiti WHO sedangkan toksisiti hematologik sebaiknya dilakukan setiap 1 minggu. Berat ringannya toksisiti akan mempengaruhi jadwal pemberian kemoterapi berikutnya. Toksisiti non-hematologik yang paling sering timbul
• Mual dan muntah
• Diare
• Neuropati
• Alopesia
Toksisiti hematologi grade III/IV harus segera dikoreksi untuk menghindarkan terjadinya neutropenia fever yaitu demam pada pasien dengan neutrofil <> 2 minggu.
Rejimen kemoterapi
Kemoterapi untuk kanker paru minimal berupa rejimen yang terdiri dari lebih dari 1 obat anti-kanker dan diberikan dengan siklus 21 atau 28 hari setiap siklusnya.
Kemoterapi untuk KPKSK diberikan sampai 6 siklus dengan ”cisplatin based” rejimen yang diberikan :
• Sisplatin + etoposid
• Sisplatin + irinotekan (CPT-11)
• Pada keadaan tertentu sisplatin dapat digantikan dengan karboplatin dan irinotekan digantikan dengan dosetaksel.
Kemoterapi untuk KPKBSK dapat 6 siklus (pada kasus tertentu diberikan sampai lebih dari 6 siklus) dengan ”platinum based” rejimen yang diberikan sebagai terapi lini pertama (first line) adalah :
• Karboplatin/sisplatin + etoposid
• Karboplatin/sisplatin + gemsitabin
• Karboplatin/sisplatin + paklitaksel
• Karboplatin/sisplatin + dosetaksel
Respons kemoterapi
Respons kemoterapi dapat dinilai dari 2 sisi, dari pasien disebut dengan respons subyektif dan dari penyakitnya atau tumornya disebut dengan respons obyektif.
Respons subyektif..
Penilaian respons subyektif dilakukan setiap akan memberikan siklus kemoterapi berikutnya. Respons yang dinilai adalah apakah terjadi pertambahan berat badan dan/atau penurunan keluhan akibat tumornya.
Respons obyektif yaitu menilai respons pada tumor primernya.
Respons obyektif kemoterapi dilakukan minimal setelah pemberian 2 siklus ( H -1 siklus ke 3) dengan foto toraks. CT-scan dilakukan untuk menilai respons objektif setelah 3 siklus ( H -1 siklus ke 4).
Respons obyektif menggunakan kriteria
• Respons komplit (CR = complete response) jika tumor hilang 100% dan menetap dalam 3 minggu
• Respons sebagian (PR = partial response) jika tumor mengecil <> 50% dan menetap dalam 3 minggu
• Menetap (SD = stable diseases) jika tumor mengecil < pd =" progressive"> 25% atau tumbul tumor atau metastasis baru.
Sikap Untuk Evaluasi Kemoterapi
Penilaian dari evalausi respons kemoterapi harus mewakili respons subyektif dan obyektif.
Pada KPKSK jika pada evaluasi pertama (setelah pemberian 3 siklus menjelang pemberian siklus ke-4) terdapat CR/PR kemoterapi dilanjutkan sampai 6 siklus, jika terdapat SD/PD evaluasi ulang hasil pemeriksan patologi anatomi, apakah benar KPKSK??
Pada KPKBSK jika pada evaluasi pertama (setelah pemberian 3 siklus menjelang pemberian siklus ke-4) terdapat CR/PR atau SD tetapi respons subyektif baik maka kemoterapi dapat dilanjutkan sampai 6 siklus. Jika respons kemoterapi PR meskipun respons subyektif baik maka kemoterapi tetap dapat diberikan dengan memberikan rejimen yang berbeda atau lini kedua (second line).
Targeted Therapy.
Targeted therapy adalah obat kanker yang menggunakan reseptor untuk membunuh sel kanker, yang telah digunakan luas saat ini adalah obat yang bekerja sebagai TKI (tirosin kinase inhibitor). Seperti erlotinib dan gefitinib, obat golongan ini lebih sederhana cara pemberiannya dan ringan efek sampingnya, tetapi pemanfaatannya sebagai terapi lini pertama (first line) masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Penggunaan obat obat lain misal imunoterapi, herbal medicine, chinese traditional medicine, dll masih dalam penelitian dan belum menjadi standar pengobatan kanker paru.
NUTRISI PASIEN KANKER
Mengatur diet termasuk “urusan penting” dalam pencegahan dan pengobatan kanker, tetapi masih banyak yang kurang menyadari atau kurang disiplin menjalaninya. Penyebabnya banyak. Mungkin memang belum tahu. Mungkin kurang ditekankan oleh dokter. Atau sebenarnya dokter sudah menyarankan untuk berdiet tapi tidak dihiraukan karena dianggap tidak terlalu penting. Mungkin juga bosan, tidak telaten, atau kehilangan selera makan.
Tetapi setelah tahu bahwa kanker ternyata penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan kencing manis, tentunya kita menjadi sadar tentang pentingnya mengatur pola makan untuk memerangi kanker, seperti sadarnya penderita tekanan darah tinggi untuk tidak makan sate kambing dan minum kopi, atau sadarnya penderita diabetes untuk tidak terlalu banyak makan dan minum yang manis-manis.
Pantangan Bagi Pejuang Kanker
Saat ini dikenal berbagai macam diet untuk pejuang kanker. Ada diet yang “umum” seperti yang selama ini dikenal dan diikuti kebanyakan orang, dan sekarang banyak pula yang mengikuti pola diet “food combining”, diet sesuai golongan darah, maupun diet jenis lain.
Menurut Ny. Ning Harmanto dan beberapa sumber lain, dalam berdiet ada pantangan-pantangan yang harus dihindari pejuang kanker:
Makanan yang menimbulkan alergi (merangsang produksi lendir yang merupakan “makanan” kanker).
Sayuran: tauge (meningkatkan daya tumbuh kanker), sawi putih, kangkung (mengurangi daya serap obat), cabai (meningkatkan aktivitas bawah sadar sehingga menghabiskan persediaan oksigen).
Buah: lengkeng, nangka (meningkatkan daya tumbuh kanker), nanas, anggur, durian, duku (mengandung alkohol).
Minuman: es (menghambat sirkulasi darah), alkohol (meningkatkan aktivitas bawah sadar), softdrink (karsinogen), kopi, coklat, susu (merangsang lendir dan membuat tubuh bersifat asam).
Seafood: udang, kerang, cumi2, kepiting (tinggi lemak).
Daging: kambing, sapi, kerbau, babi (berlemak dan membuat tubuh asam), ayam negeri, bebek, kalkun, burung (disuntik hormon pertumbuhan, berlemak), terutama kulit dan jerohan (tempat berkumpulnya racun-racun).
Makanan yang dipanggang, dibakar, dan digoreng dengan minyak jelantah atau sampai gosong. Makanan serta minuman yang mengandung pengawet, pewarna, perasa, dan zat-zat kimia buatan. Kesemuanya memicu kanker.
Makanan Yang Dianjurkan
Selain menghindari berbagai makanan dan minuman yang menjadi pantangan, yang tidak kalah pentingnya adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang menjadi anjuran. Jenis makanan ini dianjurkan karena mengandung zat-zat yang secara langsung maupun tidak langsung membantu menghancurkan kanker, mencegah kanker menyebar, mencegah terbentuknya sel kanker, mencegah sel sehat berubah menjadi sel kanker, atau mengembalikan sel kanker menjadi sel sehat kembali.
Jenis makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi tersebut di antaranya:
Sayuran berwarna hijau tua: bayam, brokoli, sawi hijau, kailan, katuk, kenikir, pegagan, daun dewa, sambungnyawa, dll.
Sayuran berwarna hijau muda: selada, selada air, daun bawang.
Sayuran berwarna terang: kubis, bunga kol, lobak, wortel, kentang, rebung, ubi, dll. +
Sayuran buah: tomat, terong, gambas, mentimun, pepaya, labu siam, kacang-kacangan, jagung, dll.
Buah-buahan: apel Malang/hijau, pepaya, tomat, jeruk, jambu biji, mangga, dll.
Aneka jamur. Beras, sayuran, dan buah sebisa mungkin yang organik.
Lauk-pauk: kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, telur ayam kampung, ayam kampung.
Air: gunakan air suling atau air yang dijernihkan dengan penjernih air berkualitas untuk segala keperluan masak-memasak.
Cara Penyajian
Cara memasak dan menyajikan makanan juga memegang peranan penting. Sejauh memungkinkan sebaiknya bahan makanan kita dalam kondisi segar/baru, 80% di antaranya dikonsumsi dalam kondisi segar dan mentah, terutama sayuran dan buah-buahan. Pejuang kanker dianjurkan setiap hari meminum jus buah dan sayur dari 1 kg bahan (wortel, apel, tomat, bayam, brokoli, dsb dijus tanpa air). Ini meningkatkan kadar antioksidan dan enzim-enzim tubuh untuk membunuh sel kanker. Jus harus diminum segera setelah dibuat (maksimum 10 menit), tidak boleh dimasukkan kulkas.
Makanan yang tidak memungkinkan dikonsumsi mentah sebaiknya dikukus, ditim, dipepes, ditumis, atau disayur. Penggunaan minyak dibolehkan tapi dibatasi, dan harus minyak baru.
Untuk memasak dan menyajikan hidangan gunakan alat dari stainless steel, keramik, atau kaca, jangan menggunakan alumunium, teflon, atau plastik.
Sumber Tulisan:
www.klikpdpi.com
www.rumahkanker.com
www.canhope.com.sg
dll.
Baca Selengkapnya...
Pengobatan Bedah
Hanya diindikasikan untuk KPKBSK stage I atau II atau untuk pengobatan paliatif yaitu pada kondisi mengancam nyawa misal batuk darah masif, distres pernapasan karena sindrom vena kava superior, nyeri hebat pada Pancoast tumor, nyeri hebat pada sindrom pleksus brakialis. Jika pada saat bedah didapat pembesaran KGB maka semua harus diangkat dan pada kasus pasca bedah dengan metastasis KGB mediastinal (N2) dipertimbangkan pemberian radioterapi dan/atau kemoterapi.
Bedah paliatif lain dilakukan oleh dokter bedah syaraf yaitu membuang tumor metastasis yang berupa soliter nodule di otak dan menimbulkan gangguan kualitas hidup penderita. Pilihan lain untuk tumor meta dikepala adalah menggunakan cyber knife yang sudah dapat dilakukan beberapa senter di Indonesia.
Bedah adalah terapi lokal dan dapat terjadi stage pre-bedah (cTNM) berbeda dengan diagnosis pasca-bedah. Jika terjadi perbedaan maka stage yang digunakan adalah stage pasca-bedah (pTNM) dan pilihan terapi tergantung pada hasil akhir.
Di RS Persahabatan untuk KPKBSK stage IIIA jika memungkinkan diberikan neoadjuvan therapy yaitu memberikan kemoterapi 2-3 siklus dilakukan pemeriksaan ulang untuk re-staging jika terjadi down staging atau tetap maka bedah dilakukan.
Radioterapi
Radioterapi atau iradiasi diberikan pada kasus stage III dan IV KPKBSK, dapat diberikan tunggal untuk mengatasi masalah di paru (terapi lokal) atau gabungan dengan kemoterapi. Radioterapi dapat diberikan jika sistem homeostatik (darah) baik yaitu:
• HB > 10 gr%
• Leukosit > 4.000/dl
• Trombosit > 100.000/dl
Dosis untuk kanker primer adalah 5.000 – 6.000 cGy dengan menggunakan COBALT atau LINAC dengan cara pemberian 200 cGy/x/hari, 5 hari dalam seminggu. Pemberian radiosensitiser dapat lebih meningkatkan respons irradiasi itu, misalnya dengan memberikan obat anti-kanker karboplatin, golongan taxan, gemsitabine, capecitabine dengan dosis sangat kecil sehingga tidak mempunyai efek sistemik. Radioterapi dapat diberikan sendiri (radiotherapy only) atau kombinasi dengan kemoterapi (konkuren, sekuensial atau alternating) meskipun sebagai konsekuensinya toksisiti menjadi lebih banyak dan sangat mengganggu.
Evaluasi renspons irradiasi dilakukan setiap setelah pemberian 10x (1.000 cGy) dengan foto toraks.
• Respons komplit : tumor menghilang 100%, iradiasi dapat dilanjutkan sampai selesai
• Respons sebagian/parsial : tumor mengecil <> 50%, irradiasi dapat dilanjutkan dan nilai kembali setelah 10x pemberian berikutnya.
• Tumor menetap/stabil : tumor mengecil <> 25% atau tumbuh tumor baru maka irradiasi harus dihentikan.
Pemberian irradiasi untuk KPKSK harus diberikan setelah pasien mendapat kemoterapi 6 siklus.
Kemoterapi
Kemoterapi dapat diberikan pada semua jenis histologis kanker paru.
• Kemoterapi untuk KPKSK
• Kemoterapi adalah terapi pilihan untuk KPKSK stage terbatas atau stage luas. Tambahan radiasi kepala dilakukan setelah kemoterapi 6 siklus.
• Kemoterapi untuk KPKBSK berdasarkan stage. Kemoterapi dapat diberikan pada semua stage tetapi pada stage I dan II pascabedah kemoterapi ditentukan berdasarkan stage pascabedah. Kemoterapi untuk KPKBS stage III dan IV merupakan terapi paliatif. Stage I dan II yang inoperable cases ( PS buruk atau tidak bersedia di operasi atau ada kontraindikasi untuk operasi) dapat dianjurkan kemoterapi dan sebaiknya dipertimbangkan pula radioterapi.
Kemoterapi dapat diberikan jika memenuhi syarat antara lain: keadaan umum baik skala karnofsky >70), fungsi hati, ginjal dan sistem homeostatik (darah) baik dan masalah finasial dapat diatasi. Syarat untuk hemostatik yang memenuhi syarat adalah ;
• HB > 10 gr%
• Leukosit > 4.000/dl
• Trombosit > 100.000/dl
Toksisiti kemoterapi
Evaluasi toksisiti non-hematologik segera setelah pemberian kemoterapi dimulai, toksisiti itu dinilai tingat keparahannya berdasarkan skala toksisiti WHO sedangkan toksisiti hematologik sebaiknya dilakukan setiap 1 minggu. Berat ringannya toksisiti akan mempengaruhi jadwal pemberian kemoterapi berikutnya. Toksisiti non-hematologik yang paling sering timbul
• Mual dan muntah
• Diare
• Neuropati
• Alopesia
Toksisiti hematologi grade III/IV harus segera dikoreksi untuk menghindarkan terjadinya neutropenia fever yaitu demam pada pasien dengan neutrofil <> 2 minggu.
Rejimen kemoterapi
Kemoterapi untuk kanker paru minimal berupa rejimen yang terdiri dari lebih dari 1 obat anti-kanker dan diberikan dengan siklus 21 atau 28 hari setiap siklusnya.
Kemoterapi untuk KPKSK diberikan sampai 6 siklus dengan ”cisplatin based” rejimen yang diberikan :
• Sisplatin + etoposid
• Sisplatin + irinotekan (CPT-11)
• Pada keadaan tertentu sisplatin dapat digantikan dengan karboplatin dan irinotekan digantikan dengan dosetaksel.
Kemoterapi untuk KPKBSK dapat 6 siklus (pada kasus tertentu diberikan sampai lebih dari 6 siklus) dengan ”platinum based” rejimen yang diberikan sebagai terapi lini pertama (first line) adalah :
• Karboplatin/sisplatin + etoposid
• Karboplatin/sisplatin + gemsitabin
• Karboplatin/sisplatin + paklitaksel
• Karboplatin/sisplatin + dosetaksel
Respons kemoterapi
Respons kemoterapi dapat dinilai dari 2 sisi, dari pasien disebut dengan respons subyektif dan dari penyakitnya atau tumornya disebut dengan respons obyektif.
Respons subyektif..
Penilaian respons subyektif dilakukan setiap akan memberikan siklus kemoterapi berikutnya. Respons yang dinilai adalah apakah terjadi pertambahan berat badan dan/atau penurunan keluhan akibat tumornya.
Respons obyektif yaitu menilai respons pada tumor primernya.
Respons obyektif kemoterapi dilakukan minimal setelah pemberian 2 siklus ( H -1 siklus ke 3) dengan foto toraks. CT-scan dilakukan untuk menilai respons objektif setelah 3 siklus ( H -1 siklus ke 4).
Respons obyektif menggunakan kriteria
• Respons komplit (CR = complete response) jika tumor hilang 100% dan menetap dalam 3 minggu
• Respons sebagian (PR = partial response) jika tumor mengecil <> 50% dan menetap dalam 3 minggu
• Menetap (SD = stable diseases) jika tumor mengecil < pd =" progressive"> 25% atau tumbul tumor atau metastasis baru.
Sikap Untuk Evaluasi Kemoterapi
Penilaian dari evalausi respons kemoterapi harus mewakili respons subyektif dan obyektif.
Pada KPKSK jika pada evaluasi pertama (setelah pemberian 3 siklus menjelang pemberian siklus ke-4) terdapat CR/PR kemoterapi dilanjutkan sampai 6 siklus, jika terdapat SD/PD evaluasi ulang hasil pemeriksan patologi anatomi, apakah benar KPKSK??
Pada KPKBSK jika pada evaluasi pertama (setelah pemberian 3 siklus menjelang pemberian siklus ke-4) terdapat CR/PR atau SD tetapi respons subyektif baik maka kemoterapi dapat dilanjutkan sampai 6 siklus. Jika respons kemoterapi PR meskipun respons subyektif baik maka kemoterapi tetap dapat diberikan dengan memberikan rejimen yang berbeda atau lini kedua (second line).
Targeted Therapy.
Targeted therapy adalah obat kanker yang menggunakan reseptor untuk membunuh sel kanker, yang telah digunakan luas saat ini adalah obat yang bekerja sebagai TKI (tirosin kinase inhibitor). Seperti erlotinib dan gefitinib, obat golongan ini lebih sederhana cara pemberiannya dan ringan efek sampingnya, tetapi pemanfaatannya sebagai terapi lini pertama (first line) masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Penggunaan obat obat lain misal imunoterapi, herbal medicine, chinese traditional medicine, dll masih dalam penelitian dan belum menjadi standar pengobatan kanker paru.
NUTRISI PASIEN KANKER
Mengatur diet termasuk “urusan penting” dalam pencegahan dan pengobatan kanker, tetapi masih banyak yang kurang menyadari atau kurang disiplin menjalaninya. Penyebabnya banyak. Mungkin memang belum tahu. Mungkin kurang ditekankan oleh dokter. Atau sebenarnya dokter sudah menyarankan untuk berdiet tapi tidak dihiraukan karena dianggap tidak terlalu penting. Mungkin juga bosan, tidak telaten, atau kehilangan selera makan.
Tetapi setelah tahu bahwa kanker ternyata penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi dan kencing manis, tentunya kita menjadi sadar tentang pentingnya mengatur pola makan untuk memerangi kanker, seperti sadarnya penderita tekanan darah tinggi untuk tidak makan sate kambing dan minum kopi, atau sadarnya penderita diabetes untuk tidak terlalu banyak makan dan minum yang manis-manis.
Pantangan Bagi Pejuang Kanker
Saat ini dikenal berbagai macam diet untuk pejuang kanker. Ada diet yang “umum” seperti yang selama ini dikenal dan diikuti kebanyakan orang, dan sekarang banyak pula yang mengikuti pola diet “food combining”, diet sesuai golongan darah, maupun diet jenis lain.
Menurut Ny. Ning Harmanto dan beberapa sumber lain, dalam berdiet ada pantangan-pantangan yang harus dihindari pejuang kanker:
Makanan yang menimbulkan alergi (merangsang produksi lendir yang merupakan “makanan” kanker).
Sayuran: tauge (meningkatkan daya tumbuh kanker), sawi putih, kangkung (mengurangi daya serap obat), cabai (meningkatkan aktivitas bawah sadar sehingga menghabiskan persediaan oksigen).
Buah: lengkeng, nangka (meningkatkan daya tumbuh kanker), nanas, anggur, durian, duku (mengandung alkohol).
Minuman: es (menghambat sirkulasi darah), alkohol (meningkatkan aktivitas bawah sadar), softdrink (karsinogen), kopi, coklat, susu (merangsang lendir dan membuat tubuh bersifat asam).
Seafood: udang, kerang, cumi2, kepiting (tinggi lemak).
Daging: kambing, sapi, kerbau, babi (berlemak dan membuat tubuh asam), ayam negeri, bebek, kalkun, burung (disuntik hormon pertumbuhan, berlemak), terutama kulit dan jerohan (tempat berkumpulnya racun-racun).
Makanan yang dipanggang, dibakar, dan digoreng dengan minyak jelantah atau sampai gosong. Makanan serta minuman yang mengandung pengawet, pewarna, perasa, dan zat-zat kimia buatan. Kesemuanya memicu kanker.
Makanan Yang Dianjurkan
Selain menghindari berbagai makanan dan minuman yang menjadi pantangan, yang tidak kalah pentingnya adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang menjadi anjuran. Jenis makanan ini dianjurkan karena mengandung zat-zat yang secara langsung maupun tidak langsung membantu menghancurkan kanker, mencegah kanker menyebar, mencegah terbentuknya sel kanker, mencegah sel sehat berubah menjadi sel kanker, atau mengembalikan sel kanker menjadi sel sehat kembali.
Jenis makanan dan minuman yang dianjurkan untuk dikonsumsi tersebut di antaranya:
Sayuran berwarna hijau tua: bayam, brokoli, sawi hijau, kailan, katuk, kenikir, pegagan, daun dewa, sambungnyawa, dll.
Sayuran berwarna hijau muda: selada, selada air, daun bawang.
Sayuran berwarna terang: kubis, bunga kol, lobak, wortel, kentang, rebung, ubi, dll. +
Sayuran buah: tomat, terong, gambas, mentimun, pepaya, labu siam, kacang-kacangan, jagung, dll.
Buah-buahan: apel Malang/hijau, pepaya, tomat, jeruk, jambu biji, mangga, dll.
Aneka jamur. Beras, sayuran, dan buah sebisa mungkin yang organik.
Lauk-pauk: kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, telur ayam kampung, ayam kampung.
Air: gunakan air suling atau air yang dijernihkan dengan penjernih air berkualitas untuk segala keperluan masak-memasak.
Cara Penyajian
Cara memasak dan menyajikan makanan juga memegang peranan penting. Sejauh memungkinkan sebaiknya bahan makanan kita dalam kondisi segar/baru, 80% di antaranya dikonsumsi dalam kondisi segar dan mentah, terutama sayuran dan buah-buahan. Pejuang kanker dianjurkan setiap hari meminum jus buah dan sayur dari 1 kg bahan (wortel, apel, tomat, bayam, brokoli, dsb dijus tanpa air). Ini meningkatkan kadar antioksidan dan enzim-enzim tubuh untuk membunuh sel kanker. Jus harus diminum segera setelah dibuat (maksimum 10 menit), tidak boleh dimasukkan kulkas.
Makanan yang tidak memungkinkan dikonsumsi mentah sebaiknya dikukus, ditim, dipepes, ditumis, atau disayur. Penggunaan minyak dibolehkan tapi dibatasi, dan harus minyak baru.
Untuk memasak dan menyajikan hidangan gunakan alat dari stainless steel, keramik, atau kaca, jangan menggunakan alumunium, teflon, atau plastik.
Sumber Tulisan:
www.klikpdpi.com
www.rumahkanker.com
www.canhope.com.sg
dll.
Baca Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)
